Sabtu, 14 Juni 2014

 Tepat 5tahun lalu kecelakaan itu terjadi


saat itu tepat hari jum'at jam 11.00  saat bubaran sekolah dan kaum laki-laki bersiap untuk berangkat ke masjid untuk menunaikan sholat jum'at, saya mengalami kecelakaan di depan sekolah saya SMKN2 probolinggo.
Saat itu saya membonceng teman saya yang bernama sonya, keadaan jalanan sangat macet. di sisi kanan saya ada segerombolan anak laki-laki bersergam sama dengan saya namun berbeda jurusan. mereka bonceng 3 pada 1 motor, dan mencoba menggoda saya dan sonya, namun saya dan sonya berusaha tidak menghiraukan sampai ke3 laki-laki itu ngebut sehingga motornya menyerempet motor saya, dan akhirnya saya jatuh ke arah kanan. saat itu jalanan  sangat ramai, saya merasakan kesakitan pada daerah tangan lengan bawah.
Akhirnya beberapa pengemudi lain dan teman-teman sekolah saya berusaha menolong saya,  say di bawa ke puskesmas terdekat, namun puskesmas tidak bisa memberi bantuin sehingga menyarankan untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum, karena pihak puskesmas mengetahui bahwa lengan bawah saya sudah patah.
Sesampainya di Rumah sakit saya di tangani oleh perawat karena dokternya sedang melaksanakan sholat jum'at. beberapa kerabat saya datang , karna posisinya ke2 orang tua saya sedang perjalanan ke malang.
Ternyata penanganan rumah sakit cukup lama membuat saya tidak betah dan orang tua saya yang tadinya perjalanan ke malang kembali ke probolinggo.
Sore itu juga saya dibawa ke rumah sakit swasta di malang, papa saya ingin saya di operasi oleh dokter spesialis ortopedi yang dulunya juga mengoprasi papa saya saat patah tulang, namun profesor sedang ada dinas di Malaysia.
Budhe saya menyarankan agar saya di bawa ke sangkal putung, dan tidak usah operasi. sebenarnya papa saya keberatan dengan usulan dari budhe saya namun mama juga setuju dengan usulan dari keluarga yg lain.

selayaknya orang yang mengalami kecelakaan, organ tubuhnya tidak normal seperti sedia kala. namun saya masih bersyukur tangan saya masih bisa digunakan dengan baik dan kuat untuk mengerjakan sesuatu2 lainnya.

saya sempat menyimpan dendam terhadap si pelaku tabrak lari itu. sampai-sampai papa saya membawa polisi ke sekolah untuk mencari siapa pelakunya. tapi pihak sekolah meminta damai karena si pelaku sudah kelas 3 yang akan menempuh UNAS dan dia juga berasal dari keluarga kurang mampu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar